TNI AL Tangkap Kapal Asing Berbendera Taiwan Curi Ikan di Natuna Utara

0
88

Suara. com – Gugus Menyerbu Laut Koarmada I menangkap satu kapal ikan asing berbendera Taiwan di perairan Natuna Utara, Jumat (22/1/2021). Kapal asing tersebut ditangkap saat melakukan kegiatan illegal fishing.

Penangkapan tersebut dilakukan Guspurla Koarmada I yang sedang berpatroli rutin menggunakan Kapal Konflik Republik Indonesia Usman Haruan (KRI USH-359).

Rombongan tersebut mendeteksi kontak asing dengan dicurigai kapal ikan sedang melangsungkan aktivitas penangkapan ikan di Bahar Natuna Utara yang merupakan Kawasan Ekonomi Eksklusif Indonesia sekitar memukul 10. 30 WIB.

“Dalam patroli rutin yang dilakukan oleh KRI USH-359 pada Jumat ini mendapati kegiatan ilegal yang dilakukan kapal ikan asing berbendera Taiwan, ” kata Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K. dalam keterangan terekam.

Baca Selalu: China Masuk Bahar Natuna, Susi: Bedakan Pencurian Ikan dan Persahabatan

Komandan KRI USH-359 Kolonel Laut (P) Binsar Alfred Syaiful Sitorus menindaklajuti kontak mencurigakan di 6 NM (Nautical Miles). Ia lantas memerintahkan untuk segera mendekati dan memastikan kapal yang disinyalir sedang melangsungkan kegiatan penangkapan ikan secara gelap.

Kapal berbendera Taiwan menyadari kehadiran KRI dan mencari jalan menghindari dengan menambah kecepatan mencari jalan untuk menjauh ke arah mengadukan menghindari kejaran KRI USH-359.

“Komandan KRI USH-359 memerintahkan peran tempur bahaya umum secara menerapkan prosedur untuk berusaha memecat kapal dengan cara memberikan isyarat untuk berhenti namun tidak diindahkan oleh kapal tersebut, ” tuturnya.

Dengan melakukan manuver untuk memberhentikan kapal, keputusannya kapal asing itu dapat dihentikan dan dirapatkan dengan KRI. Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh Tim Visit Board Search and Seizure.

Dari pemeriksaan awal KIA bernama Hai Chien Hsing 20 dengan bobot 70 Gross Ton berbendera Taiwan dengan sembilan orang ABK yang terdiri dari besar warga negara Taiwan dan tujuh warga negara Indonesia.

“Nakhoda diketahui bertanda Hu Shih Jung, WN Taiwan, ” kata dia.

Dari hasil pemeriksaan, kapal tersebut diduga melakukan penangkapan ikan dalam ZEE Indonesia tanpa dilengkapi sertifikat perijinan yang sah (ilegal) dengan menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai dengan aturan. Dalam pesawat tersebut didapati ikan campuran sebanyak 12 ton dalam empat peti palka.

“Saat tersebut kapal sedang ditarik ke Pangkalan TNI AL Ranai guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. ”