Satgas IDI Soroti Kerumunan Jokowi dalam Maumere

0
273

Suara. com – Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menyoroti kerumunan pada periode pandemi yang dilakukan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/2/2021) kemarin.

Zubairi mengatakan, wajar klub mempermasalahkan kerumunan tersebut karena status saat ini banyak orang pengganggu akibat aturan pembatasan jarak kelanjutan pandemi.

“Saya baru saja nonton video kepala. Intinya, kerumunan akan selalu siap sorotan. Apalagi menyangkut situasi masa ini. Anak-anak belajar daring serta usaha kecil menderita. Mereka bakal bertanya-tanya, kenapa kerumunan itu dapat dan kenapa kerumunan yang asing tidak boleh, ” kata Zubairi melalui twitternya, Kamis (25/2/2021).

Dia menyebut seharusnya mengantisipasi kerumunan seperti itu bisa dievaluasi agar tidak terulang selanjutnya.

Baca Juga: Buntut Kerumunan Massa di NTT, Jokowi akan Dilaporkan ke Polisi Hari Ini

“Yang jelas, bagaimana mengelola dan mengatur kerumunan itu adalah PR kita bersama. Ini bukan tentang politik. Ini bicara tentang protokol kesehatan tubuh untuk kemaslahatan, ” ucapnya.

Lebih lanjut, Zubairi selalu menyebut kasus aktif di kurang daerah sudah melandai, dia berniat pandemi segera terkendali.

“Kabar baiknya, angka kasus Covid-19 aktif di beberapa daerah Indonesia telah turun. Bismillah kita mampu, ” tutup Zubairi.

Sementara Deputi Bidang Adat, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin berdalih aksi Jokowi itu spontan melihat tingginya antusias warga yang melihatnya.

“Itu spontanitas presiden untuk me antusiasme masyarakat, souvenirnya itu buku, kaus, dan masker, ” kata pendahuluan Bey saat dikonfirmasi wartawan.

Mengucapkan Juga: Apa Lain Kerumunan Presiden Jokowi di NTT dengan Kasus Rizieq Shihab?

Bey menyebut Jokowi sudah mengingatkan kepada masyarakat untuk mengindahkan protokol kesehatan Covid-19 meski hanya meminta mengenakan masker. Itu tampak ketika Jokowi ke luar dari atap mobil dan mengisyaratkan secara tangannya.

“Presiden langgeng mengingatkan warga tetap taati adat kesehatan. Kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekali lalu mengingatkan penggunaan masker, ” benar Bey.