Biar Sukses Sejak Awal, Itu Tips BRI bagi Para Pelaku UMKM

0
72

Suara. com awut-awutan Tata kelola bisnis (good corporate governance) yang baik menjadi kunci bagi setiap pelaku daya, agar usaha mereka dapat berkembang dan bertahan lama. Rumus ini berlaku bagus untuk pelaku usaha dengan sudah lama berkecimpung dalam dunia usaha, maupun pebisnis baru dari berbagai bagian.

Menurut Direktur Kepatuhan BRI, A. Solichin Lutfiyanto, tata kelola dengan baik akan mendorong seorang pengusaha untuk dapat mempertanggungjawabkan usahanya secara jelas. Pertanggungjawaban yang transparan menjadi satu diantara fondasi, agar sebuah usaha bisa tumbuh berkelanjutan.

“Kepatuhan itu, bahasa kerennya kan good corporate governance, jangan diterjemahkan menjadi sesuatu dengan kelihatannya canggih, advance, ataupun kompleks. Sederhananya, salah kepala unsur dari kepatuhan tersebut adalah integritas. Jadi jika kita bicara mikro, bersetuju mengembangkan bisnis, kita harus mulai dengan integritas & professional, ” ujar Solichin, dalam BRI Cuap-cuap Cuan Berkah.

Dia menjelaskan, apabila pelaku daya menjalankan integritas, maka sekecil apapun usaha bila diawali dengan integritas, ketulusan, professional, maka bisnis masih bakal tumbuh dengan baik dan ujungnya adalah adanya keyakinan dari pelanggan.

Baca Juga: Gandeng UMKMLab, BRI Gelar Gebyar Website Gratis

“Dalam ukuran kecil, kenapa sih kita harus kelola (bisnis) secara baik? Supaya trust konsumen terbangun, ” imbuhnya.

Penerapan prinsip usaha yang baik sebenarnya gampang dilakukan sejak awal usaha berdiri. Syaratnya, pelaku daya harus sudah tahu dulu apa sasaran usahanya. Setelah mengetahui tujuan pasar sebab bisnisnya, pelaku usaha bisa membuat program untuk menggelar perniagaan.

Di memulai usaha, risiko semungil apapun pasti dihadapi pelaku bisnis. Akan tetapi, hal tersebut jangan sampai menahan pelaku bisnis untuk langgeng memulai usaha. Solichin mengecap, kaidah pengelolaan risiko dengan baik bisa dimiliki pebisnis seiring berjalannya waktu.

Karena tersebut, pelaku usaha disarankan lestari semangat dan konsisten menjalani bisnisnya meski kegagalan serta risiko terus membayangi.

Dengan kegagalan dengan diperoleh dari pengalaman, pelaku usaha dapat belajar untuk akhirnya menerapkan sedikit menetapkan sedikit prinsip mitigasi risiko yang baik. Pada keputusannya, akan muncul usaha yang berhasil dan memiliki daya tahan terhadap rintangan.

Baca Juga: Pasar Otomotif mulai Menggelitik, Beri Dampak Positif dalam Bisnis BRI Group

Solichin mengungkapkan, pada era digital saat tersebut pelaku usaha harus mempunyai kemampuan mengembangkan jaringan (networking) yang besar. Kemampuan tersebut bisa diperoleh melalui optimalisasi kanal media sosial kaya Whatsapp, Instagram, dan Facebook untuk memperluas pemasaran seseorang.