Bahlil Ungkap Alasan Jokowi Targetkan Investasi Rp 1. 200 Triliun di Tahun 2022

0
118

Bahana. com – Menteri Investasi-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut ada bukti di balik target investasi Rp 1. 200 Triliun yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tahun 2022.

Menurutnya, target investasi tersebut ditujukan agar Kemajuan Ekonomi Indonesia bisa pada atas 5 persen. Sebab itu, Bahlil mengemukakan, jika basis pertumbuhan ekonomi yaitu konsumsi tidak bisa kembali naik tinggi.

Sehingga, negeri lebih menggenjot dari bagian investasi untuk mendongkrak kemajuan ekonomi di atas 5 persen.

“Kalau dalam RPJMN itu (targetnya) Rp 968, 4 triliun, tetapi arahan Bapak Pemimpin kepada kami itu harus mencapai Rp 1. 100 triliun sampai Rp satu. 200 triliun untuk bisa pertumbuhan ekonomi kita di atas 5 persen sebab pertumbuhan ekonomi nasional kita itu kontribusinya paling gembung itu adalah konsumsi, selebihnya adalah investasi sekitar 30 persen, ” 57-60 obat jerih, ” ujar Bahlil di dalam rapat kerja dengan komite VI DPR, Selasa (8/6/2021).

Mengaji Juga: Sungga Investasi dan Ekspor, Menperin Perkuat Daya Saing Industri Nasional

“Namun karena grafik konsumsinya sudah agak stuck bahkan cenderung menurun akibat daya kulak maka yang dipompa ialah investasi. jadi investasi kita harus dongkrak. jadi naiknya kurang lebih sekitar 22 sampai 33 persen, ” tambahya.

Tidak hanya investasi, Bahlil mengemukakan, pada tahun 2022 serupa akan meningkatkan tingkat kesenangan berusaha atau Easy of Doing Bussiness (EoDB) pada Indonesia. Pihaknya akan mencari jalan menempatkan Indonesia dari posisi 70 menjadi posisi 50.

Dalam kejadian ini, Mantan Ketua Hipmi ini juga melaporkan, sejak tahun 2020 kemarin, World Bank belum mengumumkan EoDB.

“Saya pikir jujur saja kita pikir World Bank ini juga sudah sungguh-sungguh semua, ternyata masih put and put, ada potensi yang kemudian menjadi penghambat sehingga tidak diumumkan. Oleh karena itu cara-cara kita tahun 2010 masih terjadi ternyata disana. oleh karena itu EODB kita targetkan di peringkat 40 sampai 50, ” jelasnya.

Bahlil menambahkan, untuk menjaring investasi lebih banyak lagi, Kementeriannya tengah mengembangkan perizinan investasi yang berbasis Undang-undang Menjadikan Kerja (UU Ciptaker).

Baca Juga: Komut PGN: Perusahaan Hendak Fokus Efisiensi dan KPI yang Berorientasi Pada Return Investasi

“Kemudian fasilitasi relokasi perusahaan asing ke Indonesia, termasuk di dalamnya adalah perusahaan dalam negeri juga. Dan, pengerjaan roadmap hilirisasi investasi dengan berbasis pada sumber daya alam untuk sektor-sektor hilirisasinya, ” katanya.