Airlangga Hartarto Bertemu Ridwan Lengkap di Bandung, Begini Sebutan Pakar Politik Unpad

0
162

Suara. com – Pertemuan antara Ketua Umum Golongan Golkar Airlangga Hartarto dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat (Jabar) di dalam Sabtu (5/6/2021) menimbulkan tafsir politik baru yang terpaut dengan agenda politik 2024.

Pakar Ilmu Politik dan Pemerintahaan Unpad, Firman Manan memerkirakan, pertemuan dua tokoh politik nasional tersebut terkait dengan situasi pemilu, baik legislatif maupun presiden di tahun 2024.

“Memang tidak bisa dilepaskan, saya pikir pertemuan tersebut dari konteks 2024, paling tidak ini memang cara untuk membangun komunikasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terkait secara kandidat-kandidat yang punya peluang untuk kemudian diusung sebab Golkar pada tahun 2024, ” katanya seperti dilansir Antara di Bandung dalam Sabtu (5/6/2021).

Dia mengemukakan, pertemuan ke-2 tokoh tersebut harus dilihat juga dari latar belakangnya. Menurutnya, Airlangga Hartarto yang saat ini menjabat Ketua Umum Partai Golkar menjadi salah satu kandidat yang digadang-gadang masuk bursa calon presiden. Pun dengan wujud Ridwan Kamil yang namanya sering muncul dalam bermacam-macam survei terkait Pemilu Kepala 2024.

Baca Juga: Gibran Sebut Solo Kota Seksi untuk Politik, Namun Enggan Bahas Pemilu 2024

“Terlebih lagi, misalnya Kang Emil memakai baju kuning, tapi setahu saya memang ketika dia saat bertemu dengan kaum tokoh politik memang menyesuaikan, ” katanya.

Sedangkan untuk peluang ataupun kemungkinan kedua tokoh tersebut berpasangan di tahun kebijakan mendatang, Firman menilainya sangat dimungkinkan terjadi.

“Itu karena Pak Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar harus mengaduk-aduk figur di luar Golkar, yang pertama bisa daripada partai lain, yang ke-2 memang orang nonpartai namun punya tingkat elektabilitas cukup tinggi, paling tidak lumrah publik, ” ujar Titah.

Dia juga menilai daripada segi kecocokan, ia belum bisa menilai karena sekitar ini memang belum tersedia hubungan kerja sama keduanya yang bisa menunjukkan persetujuan.

“Namun tidak pernah ada konflik jarang keduanya sehingga peluangnya masih sangat terbuka, ” katanya. (Antara)

Baca Serupa: Airlangga Hartarto: Kartu Prakerja Dorong Semangat Wirausaha