BPOM Pastikan Vaksin AstraZeneca Bagian Bets CTMAV 547 Aman Digunakan

0
243

Suara. com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan vaksin AstraZeneca dengan nomor bets CTMAV 547 bisa digunakan kembali untuk program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Sebelumnya, vaksin pabrikan Inggris secara nomor bets tersebut memiliki perhatian khusus akibat seelah kasus kematian Trio Fauqi Virdaus, yang terjadi semusim setelah mendapatkan vaksinasi.

“Vaksin Covid-19 AstraZeneca nomor bets CTMAV 547 dapat dimanfaatkan kembali, ” tulis BPOM RI melalui siaran persnya kepada Suara. com, Kamis (27/5/2021).

Keputusan ini disampaikan setelah BPOM bersama Komisi Nasional Studi dan Penanggulangan KIPI (Komnas PP KIPI), Komisi Wilayah (Komda) PP KIPI mengisbatkan tidak ada hubungan jarang KIPI serius yang dilaporkan dengan vaksin AstraZeneca bets CTMAV 547.

Baca Juga: 500 Pelaku UKM Divaksin AstraZeneca, Hanya Satu Orang Alami KIPI Mual

Kepastian itu didapat setelah pada vaksin tersebut dilakukan uji sterilitas (kebersihan produk dari mikroorganisme hidup) dan uji toksisitas (adanya potensi merusak).

Pada 25 Mei 2021 lalu Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) BPOM merilis hasil laporan pengujian tersebut.

Ditemukan saluran toksisitas abnormal atau tidak zat yang berpotensi memicu kebobrokan. Sedangkan sterilitas vaksin itu dipastikan sesuai mutu serta aman digunakan.

Hasil ini dikatakan selaras dengan pemberitahuan Ketua Komnas KIPI, Hindra Iriawan yang ikut mengesahkan KIPI serius yang dilaporan tidak berkaitan dengan vaksin AstraZeneca bets CTMAV 547.

“Kasus KIPI terakhir yang sudah awak pilih, setelah mengkaji data rekam medis pasien, serta pemeriksaan laboratorium, bisa oleh sebab itu kasus tersebut disebabkan oleh penyebab lain, tidak terpaut dengan vaksin AstraZeneca, ” kata Hindra pada Selasa, 25 Mei 2021.

Baca Juga: Siap Divaksinasi, Pelaku UKM Ini Tak Masalah Disuntik Vaksin AstraZeneca

Sebelumnya, sempat ramai peristiwa kematian Trio Fauqi Virdaus, lelaki berusia 22 tahun domisili Jakarta Timur dengan diberitakan meninggal dunia sesudah satu hari menerima vaksin AstraZeneca.