Doni Monardo: Banyak Orang Masuk NTT Langgar Karantina Covid-19

0
245

Suara.com – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) memperketat pintu masuk wilayah baik melalui udara maupun pelabuhan untuk mencegah penularan mutasi baru virus corona.

Doni mengatakan, Pemprov NTT harus segera membentuk Satgas Karantina, dengan mengimplementasikan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Covid-19.

“Kita harus antisipasi, kalau kita membiarkan, maka yang meninggal lebih awal akan bertambah banyak,” kata Doni saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Kawasan Nusa Dua, Bali, Sabtu (3/4/2021).

Doni juga mendapatkan laporan bahwa mobilitas penduduk melalui lintas batas negara di NTT tanpa melalui ketentuan kekarantinaan dan dua kali swab pada masa pandemi.

Baca Juga: Penjelasan Satgas Covid-19 Seputar Kejadian Ikutan Usai Imunisasi

“Kedatangan luar negeri ini yang membuat saya prihatin. Arahan Presiden Joko Widodo pada tanggal 28 Desember 2020 untuk melakukan proses karantina dan swab dua kali bagi proses repatriasi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun kedatangan Warga Negara Asing (WNA),” ucapnya.

Menurut data yang dikantongi Doni, ada sebanyak 1.480 orang yang masuk ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, dan didapatkan 687 terkonfirmasi positif setelah melalui karantina dan dua kali swab pcr. Padahal sebelumnya mereka semua membawa dokumen bebas Covid-19 dari luar negeri.

“Setelah lima hari karantina kemudian diswab lagi yang kedua terjaring sebanyak 687 orang (positif Covid-19)” kata Doni.

Berkaca dari fenomena tersebut, maka Doni meminta agar seluruh pemangku kebijakan daerah termasuk lintas kementerian/lembaga dan unsur TNI/Polri untuk bersama-sama peduli dan menjalankan program kekarantinaan dengan baik.

“Kalau pasukan kita dari TNI/Polri, Kementerian Kesehatan, Imigrasi dan semuanya tidak punya kepedulian kepada program ini, maka 687 orang yang pulang ke kampung, lantas ketemu keluarganya ada yang kelompok rentan, kemudian terpapar COVID-19 dan nggak ada fasilitas kesehatan, maka lewat,” tutupnya.

Baca Juga: Satgas COVID-19 Ingatkan PNS Jangan Liburan Paskah!

Oleh sebab itu, dia meminta agar seluruh unsur yang ada di Provinsi NTT untuk tidak lengah.