Ikut ke Hawai, Ngabalin Berpisah era KPK Tangkap Edhy Prabowo dalam Bandara

0
692

Tenaga Ahli Sempurna Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. [Suara.com/Ari Purnomo]

SuaraBatam. id – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama istri dan belasan orang ditangkap saat baru tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rabu (25/11/2020) dini hari. Terkait peristiwa itu, ternyata Tenaga Ahli Sempurna Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengaku ikut dalam rombongan Edhy Prabowo yang terbang ke Honolulu, Hawai, Amerika Serikat.

Meski demikian, Ali Ngabali mengaku berpisah dengan rombongan Menteri Edhy Prabowo. Ngabalin ikut bersama-sama Edhy karena merupakan Pembina Bayaran Pemangku Kepentingan dan Konsultasi di Kementerian KKP.

“Kami pisah tadi pada bandara. Kami pisah karena membentuk tadi kan saya, mereka (KPK) kemukakan bahwa ‘Pak Ngabalin di sini saja’. Itu isyarat untuk kita pisah rombongan, ” ujar Ngabalin saat dihubungi wartawan, Rabu (25/11/2020).

Ngabalin menceritakan era tiba di Bandara, ia melihat keberadaan penyidik KPK.

Ia mengetahui keberadaan penyidik KPK justru dari petugas di Bandara.

“Kan mereka muncul saya ada di situ. Tapi awalnya saya tidak tahu tersebut KPK. Penjelasannya kami juga tak tahu karena dari belakang ustaz to. KPK datang. Yang bilang KPK itu orang-orang di situ. Sudah kan ada dua galur tuh di terminal III, itu suruh ‘pak Ngabalin disini saja’, ” ucap dia.

Tak hanya itu, Ngabalin mengisbatkan dirinya tak diamankan KPK sebab tak termasuk dalam daftar terkait keterlibatan kasus Edhy.

Ia menyebut dirinya tak memiliki kaitan dengan peristiwa tersebut.

“Enggak mungkin (tak dimintai keterangan). KPK itu kan punya data, punya salinan sementara. Kan KPK perlu melayani klarifikasi, memeriksa data yang itu dapatkan. Saya kan bukan penguasa pembuat komitmen, bukan pejabat pemakai anggaran, ” ucap dia.

Lebih lanjut, Ngabalin menilai KPK melakukan tugasnya dengan baik.