Kapolri Ucapkan Selamat Natal: Semoga Ketenteraman Iringi Langkah Kita

0
581

Suara. com – Kapolri Jenderal Idham Azis mengutarakan selamat Natal 2020 kepada pengikut Kristiani di Indonesia dan meminta momentum perayaan tahun ini bisa mempererat kerukunan dan kedamaian pada tengah masyarakat.

“Semoga kedamaian dan kebersamaan Natal tetap mengiringi langkah kita ke aliran, ” kata dia.

Ia mengajak segenap warga Indonesia untuk menghormati umat Kristiani yang merayakan Natal agar berlangsung aman dan damai. Perayaan Natal kali ini diselenggarakan pada era pandemi Covid-19 merebak.

Ia juga mengucapkan selamat tarikh baru 2021 untuk seluruh bangsa Indonesia.

Mengaji Juga: Ini Model Ucapan Natal 2020 untuk Orang Terkasih

Untuk melindungi keamanan selama masa libur Natal dan tahun baru, polisi menjadikan Operasi Lilin 2020 sejak 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Jumlah awak yang dikerahkan dalam Operasi Parafin 2020 yakni sebanyak 123. 451 personel gabungan Polri-TNI dan pemangku kepentingan terkait di seluruh Indonesia. Pengerahan personel difokuskan pada pengamanan terminal bus, bandara, stasiun, pangkalan, gereja, tempat-tempat wisata, dan jalur-jalur mudik.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kebaktian dan ibadat Natal tahun ini dibatasi sehingga jumlah jemaat yang hadir kurun 20-30 persen dari kapasitas gedung gereja sementara jemaat lain dapat mengikuti ibadah secara daring.

Selain menjaga ketenteraman, para petugas Operasi Lilin 2020 juga hadir untuk memastikan klub tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Azis telah menerbitkan Maklumat bernomor Mak/4/XII/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 tertanggal 23 Desember 2020.

Baca Juga: Ucapkan Selamat Natal 2020, Menteri Keyakinan Yaqut: Terus Berbagi Kasih

Maklumat Kapolri bertujuan membunuh dan mencegah rantai penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir tahun mengingat penanganan penyebaran Covid-19 secara nasional belum sepenuhnya terkendali & masih berpotensi berkembang luas di masyarakat.

Melalui Maklumat tersebut, Aziz meminta untuk tidak menyelenggarakan pertemuan yang mengundang kerumunan orang banyak di tempat umum berupa perayaan Natal dan kegiatan keagamaan di luar tempat ibadah, pesta/perayaan malam pergantian tahun, arak-arakan, pawai dan karnaval serta perjamuan penyalaan kembang api.