Pernikahan Anak Terus Meningkat, Barang apa Saja Faktornya?

0
151

Suara. com kepala Praktik pernikahan anak tak hanya berlaku di Indonesia, tetapi serupa di dunia. Data menunjukkan, 7, 4 juta bani di dunia mengalami manifestasi perkawinan anak. Hal itu diungkap oleh dosen sosiologi UIN Jakarta, Dr. Ida Rosyidah, M. A, dalam webinar Kajian Gender, Jumat (18/6/2021).

Akan tetapi sebenarnya, mengapa praktik pernikahan anak ini masih marak terjadi?

“Adanya penafsiran pegangan yang membolehkan perkawinan anak itu dilakukan, Seperti menghindari zina misalnya, ” serupa itu Ida mengungkap faktor di balik maraknya perkawinan bani.

“Mereka berpandangan lebih baik nikah bujang, meski nantinya cerai daripada melakukan zina. Dan tersebut penafsiran agama, ” ungkapnya lebih lanjut.

Baca Juga: Penelitian: Ini 3 Faktor Terbesar Penyebab Perkawinan Anak di Indonesia

Selain itu, Ida juga mengungkapkan adanya penyudahan sekolah di masa pandemi juga turut andil dalam meningkatkan perkawinan anak.

“Alasannya karena bosan di rumah, tidak tersedia pekerjaan bahkan tugas, siap penutupan sekolah tersebut mampu meningkatkan perkawinan anak, ” katanya.

Pelaksanaan perkawinan anak juga terjadi adanya faktor beban ekonomi orangtua. Mirisnya, orangtua menuruti melepaskan anaknya untuk dinikahkan, agar nantinya tidak ada tanggung jawab di dirinya lagi.

“Mereka mengorbankan anaknya yang usianya masih cukup umur dan belum saatnya menikah agar beban ekonominya berkurang, ” ujarnya.

Sisi lain, faktor teknologi juga memengaruhi peningkatan pernikahan anak. Salah satunya buah pornografi yang masuk pada pedesaan.

Baca Selalu: Pandemi Membuat Potensi Perkwaninan Anak Meningkat, Apa Sebabnya?

“Pornografi sudah masuk ke desa-desa. Karena pengaruhn sejak teknologi, itu mengubah jalan pandang mereka tentang mengenai intim layaknya suami-istri. Di Ponorogo, misalnya, 97 upah dari 165 kasus dispensasi nikah, itu terjadi karena kehamilan yang tidak diinginkan. Jadi itu tinggi sekali, ” pungkasnya.