Sinopharm Masuk Daftar Penggunaan Genting WHO

0
228

Suara. com berantakan WHO telah memasukkan vaksin Covid-19 Sinopharm ke daftar penggunaan penting, sekaligus memberi lampu hijau untuk diluncurkan vaksin tersebut secara global. Vaksin tersebut diproduksi dari Beijing Bio-Institute of Biological Products Co Ltd, yang merupakan budak perusahaan China National Biotech Group (CNBG).

Dalam situs resmi WHO menyebutkan, penambahan vaksin itu berpotensi mempercepat akses vaksin COVID-19 dengan cepat, sehingga bisa melindungi petugas kesehatan tubuh dan populasi yang berisiko.

Koordinator PMO Komunikasi Publik KPCPEN Arya Sinulingga menyambut baik keputusan tersebut, dengan menyetujui vaksin Sinopharm meresap ke daftar penggunaan kritis.

Sebelumnya, BPOM juga telah menyampaikan terkait pengeluaran izin darurat terhadap vaksin Sinopharm. Tentunya, tersebut akan mempermudah penyediaan stok vaksin, sehingga vaksinasi bisa berlangsung baik.

Baca Juga: Proyek Infrastruktur Wisata Bali Terus Berjalan Semasa Pandemi COVID-19

Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito. (Media Briefing Pengawalan Keamanan, Khasiat, dan Mutu Vaksin COVID-19)
Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito. (Media Briefing Pengawalan Keamanan, Khasiat, dan Mutu Vaksin COVID-19)

“Dengan begitu kita berniat herd immunity bisa cepat tercapai, ” ungkap Arya Sinulingga, lewat keterangan terbit yang diterima Suara. com, Senin (10/5/2021).

Ia menambahkan, sejauh itu Pemerintah Indonesia telah menyembunyikan vaksin sejumlah 75. 910. 500 juta dosis. Mengenai rincian dosis vaksin yakni Sinovac (68. 500. 000 dosis), AstraZeneca COVAX (6. 410. 500 dosis), & Sinopharm (1 juta dosis). Ia berharap, masyarakat jangan ragu untuk divaksin.

“Dengan divaksinasi, tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang di sekitar kita, ” jelasnya.

Sebelumnya, Badan POM juga telah memberikan izin penerapan darurat/Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 produksi Sinopharm.

Taat Kepala Badan POM MENODAI Penny K. Lukito, vaksin COVID-19 produksi Sinopharm sebelumnya telah dilakukan uji klinis fase 3 di Bon Emirat Arab, juga beberapa negara lainnya dengan 42. 000 subjek uji.

Baca Juga: Masalah Etis dan Terbatas di Balik Program Vaksin Gotong Royong

Hasilnya, vaksin Sinopharm menunjukkan efikasi sebesar 78, 02 persen, dan pengukuran imunogenisitas setelah 14 hari dosis kedua, juga subjek pembentukan antibodi sebesar 99, 52 persen pada orang kala dan lansia.