Pemerintah Klaim Pilkada Aman, Epidemiolog Perkirakan 2, 4 Juta Orang OTG

0
627

Suara. com kacau Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Serentak 2020 diklaim pemerintah berjalan aman dengan implementasi protokol kesehatan Covid-19. Namun, taat Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman diperkirakan ada jutaan orang tanpa gejala atau OTG yang tidak terdeteksi dalam cara pilkada.

“Diperkirakan ada setidaknya 2, 4 juta OTG tidak terdeteksi terlibat dalam cara pilkada ini, ” kata Dicky kepada Suara. com, Rabu (9/12/2020).

Selain itu, Dicky juga menilai minimnya kalender testing dalam pelaksanaan Pilkada Sinkron 2020. Menurutnya, testing itu bisa dilakukan minimal sehari sebelum keadaan pencoblosan.

Lalu, Dicky juga sempat memantau pula pengamalan Pilkada di sejumlah daerah yang disiarkan melalui media. Ia tahu kurangnya pencegahan dan mitigasi bagaikan interaksi manusia, kontaminasi serta paparan di TPS.

Baca Juga: Epidemiolog: Tak Ada Calon Kepala Kawasan Janji Tangani Pandemi Covid-19

“Potensi lonjakan kasus dan dampaknya umumnya terlihat jelas sebulan kemudian. Itu terjadi untuk pada setiap mobilisasi massa yang besar, ” ujarnya.

Sebelumnya, Dasar Tugas Penanganan Covid-19 memaparkan hasil monitor kedisiplinan protokol kesehatan dalam Tempat Pemungutan Suara/TPS penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020. Rata-rata TPS yang terpantau telah menjalani protokol kesehatan tubuh Covid-19.

Ketua Bagian Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 dr. Dewi Nur Aisyah mengatakan terdapat 6. 200 TPS yang datanya diberikan kepada Satgas Covid-19.

“Ini kita melihat pertama, apakah TPS menyediakan fasilitas cuci tangan, memakai sabun dan air mengalir, ini 90 persen sudah ada, sisanya masih belum, ” kata Dewi dalam konferensi pers virtual, Rabu (9/12).

“Handsanitizer tersedia lebih dari hampir 90 persen di tempat pemilihan, ” tambahnya.

Baca Juga: Epidemiolog Beri Tips Aman Mencoblos ke TPS saat Pandemi Covid-19

Kemudian untuk petugas dalam TPS juga dianggap telah tahu pemilih untuk tetap menerapkan adat kesehatan. Penggunaan sarung tangan elok oleh petugas dan pemilih pula diterapkan lebih dari 91 persen.