Gus Yaqut Klarifikasi Pernyataannya Soal Lindungi Syiah dan Ahmadiyah

0
424

Suara. com – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan setiap warga negara Nusantara berhak mendapat perlindungan hukum.

Penegasan ini disampaikan untuk mengklarifikasi informasi yang menyebutkan tempat akan mengafirmasi Syiah dan Ahmadiyah.

Pernyataan Gus Yaqut sebagaimana dipublikasikan di posisi Kementerian Agama menyebutkan tidak cuma Syiah dan Ahmadiyah, semua warga perlu mendapat perlindungan hukum.

“Sekali lagi, sebagai warga negara, bukan jemaah Syiah & Ahmadiyah, karena semua warga negara sama di mata hukum. Ini harus clear, ” kata Gus Yaqut di Rembang, Jumat (25/12/2020).

Baca Juga: Menag Mesti Klarifikasi Soal Afirmasi Syiah-Ahmadiyah Agar Tidak Salah Paham

“Tidak ada pernyataan saya melindungi pola atau kelompok Syiah dan Ahmadiyah. Sikap saya sebagai Menteri Petunjuk melindungi mereka sebagai warga negara. ”

Terkait perkara toleransi antarumat beragama, Menag mengucapkan Kementerian Agama siap menjadi mediator jika ada kelompok tertentu problematis dengan dua kelompok tersebut.

“Perlu dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan. Kemenag mau memfasilitasi, ” katanya.

Harapan komunitas Syiah

Ketua Umum Ahlulbait Indonesia Zahir Yahya menunggui Gus Yaqut merealisasikan pernyataannya buat melindungi hak beragama.

Baca Serupa: PBNU Minta Menag Klarifikasi Soal Akan Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah

“Tentu komunitas Syiah di Indonesia menyambut baik statement bapak menag tersebut, ” kata Zahir.

“Bangsa Indonesia ditakdirkan untuk hidup secara majemuk secara etnik, sopan santun, budaya, dan juga agama & keyakinan. Dari sisi lain, toleransi tidak hanya berlaku antar iman dan agama, tapi juga pada satu iman dan dalam mulia agama yang sama. ”

Pernyataan Gus Yaqut sudah sesuai dengan amanat Undang-Undang Pokok 1945. Pernyataan Gus Yaqut serupa dinilai sejalan dengan nilai kebhinnekaan yang menjadi pilar bangsa.

Zahir mengatakan Syiah memiliki kekayaan dan khazanah yang sanggup dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa. Itulah sebabnya, pemerintah mesti memberikan kawasan partisipasi kepada seluruh masyarakat.

“Kami berharap seluruh kebijakan baik bapak menteri agama bisa dilaksanakan secara efektif tanpa sedikut pun bias sampai ke level akar rumput masyarakat, ” sebutan dia.

Zahir berharap wacana mengafirmasi Syiah & Ahmadiyah bisa menjadi jembatan perbincangan antar mahzab dalam tubuh pengikut Islam di Indonesia sebagaimana tertuang dalam Risalah Bogor.

Dia juga berharap kepada umum, khususnya umat Islam, bisa menanggapi wacana afirmasi tersebut secara positif.

“Ormas ABI berharap semesta masyarakat, bangsa, dan khususnya umat islam berprasangka baik dengan penyungguhan menag sebagai bagian dari pemerintah yang sah dam tidak menerbitkan dampak negatif. ”