Evakuasi Puing Besar Pesawat Sriwijaya Cairan, Kapal Perang Disiapkan

0
469

Suara. com – Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengucapkan pihaknya telah menyiapkan KRI Teluk Mentawai-959 untuk menderek puing-puing luhur pesawat Sriwijaya Air SJ182.

“Puing yang tidak mampu diangkat manual oleh penyelam, bisa menggunakan KRI Teluk Mentawai, ” kata Rasyid dari KRI Rigel-933 di Perairan Pulau Laki, Senin (11/1/2021).

Rasyid menjelaskan penyiapan kapal perang itu sesuai perintah panglima TNI. Kejadian ini bertujuan untuk memudahkan evakuasi puing pesawat.

Semasa pencarian, para penyelam menggunakan balon untuk menaikkan puing yang pas besar ke atas permukaan tirta.

Baca Selalu: Cari Puing Udara Sriwijaya Air SJ 182, PMI Kerahkan Penyelam

“Jika ada puing yang tidak mampu menggunakan balon, makan bisa memakai kapal derek, ” jelas Rasyid.

KRI Teluk Mentawai-959 merupakan kapal angkut logistik berbentuk kargo dengan bobot mati 1350 ton, mempunyai tugas pokok jadi kapal angkut logistik dalam tugasnya sebagai unsur pendukung angkutan bahar militer.

Selain, KRI Teluk Mentawai-959 terdapat pula 11 kapal perang yang mendukung berdiam kemanusiaan pencarian puing dan objek pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Bermacam-macam.

Kapal konflik itu yakni KRI itu yakni KRI Teluk Gilimanuk, KRI Tjiptadi, KRI Parang, KRI Kurau, KRI Cucut, KRI Rigel, KRI Jhon Lie, KRI RE Martadinata, KRI Ngurah Rai, KRI Malahayati & KRI Leuser.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ182 arah Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14. 40 WIB dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Baca Juga: Soal Drone Kapal Selam China, Roy Suryo Colek Jokowi: Ini Ancaman Serius

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada kedudukan 11 nautical mile di memajukan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang sesudah melewati ketinggian 11. 000 suku dan pada saat menambah ketinggian di 13. 000 kaki.

Pesawat lepas landas daripada Bandara Soekarno Hatta pukul 14. 36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13. 35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang dibuat tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Lantaran jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Namun 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan udara itu tengah dalam investigasi & pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Kesejahteraan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dikerjakan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Antara)