Perbaikan Kesehatan Syarat Pencapaian Tumpuan Pertumbuhan Ekonomi

0
198

Suara. com kacau Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Dunia Pengembangan Pengusaha Nasional, yang juga Calon Ketua Ijmal (Caketum) Kadin Indonesia, periode 2021-2026, Arsjad Rasjid membuktikan, pemulihan kesehatan menjadi sarana mutlak bagi pencapaian bahan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada Kuartal I-2021 berada di kisaran minus 1% hingga minus 0, 1%.

“Syarat pemulihan ekonomi hanya satu, kita harus selesaikan masalah kesehatan tubuh. Selama masih ada pandemi Covid-19 di Indonesia, aktivitas sosial ekonomi masyarakat betul terbatas, ” kata Arsjad, Selasa (30/3/2021).

Arsjad yang menjabat Kepala Direktur PT Indika Energy Tbk dan Ketua Jawatan Penyantun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), telah mendeklarasikan pencalonannya sebagai ketua umum Kadin Indonesia, periode 2021-2026, di 26 Maret 2021.

Baca Juga: Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4, 4 Komisi Tahun Ini

Ia mengatakan, Kadin secara konsisten akan terus mengangkat langkah-langkah strategis pemerintah di dalam menyelesaikan masalah kesehatan, khususnya dalam menciptakan kekebalan beramai-ramai atau herd immunity.

“Herd immunity sangat penting dan mendasar. Kadin telah menginisiasi program vaksinasi Gotong Royong. Ini adalah wujud kebersamaan Kadin dan pemerintah, menyelesaikan persoalan kesehatan tubuh untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional, ” introduksi Arsjad.

Menurut Arsjad, pada masa pandemi ini, Kadin juga dituntut untuk makin memperkuat posisi swasta dalam memulihkan kesehatan dan membangkitkan perekonomian di tingkat daerah maupun nasional.

Vaksinasi Covid-19, lanjutnya, harus terus didorong agar pelaksanaannya makin cepat sehingga herd immunity segera tercapai. Bersandarkan data Our World in Data, pada awal Maret 2021, Indonesia menempati urutan 10 besar dunia di dalam pelaksanaan vaksinasi, setelah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Inggris, Brasil, Turki, Jerman, Rusia, dan Israel.

“Masa pandemi harus kita jadikan momentum untuk mengakselerasikan program kesehatan, membantu negeri mempercepat distribusi dan pengamalan vaksinasi Covid-19. Kesehatan kudu dipulihkan sehingga pemulihan ekonomi dapat berjalan baik, ” jelas Arsjad.

Mengucapkan Juga: Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi, Kubu Umum Perkuat UKM

Selain itu, lanjutnya, Kadin juga wajib mendorong kebijaksanaan pemerintah mengimplementasikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai sentra pertumbuhan baru, mengakselerasi ekosistem berbasiskan data dan teknologi digital, serta mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kaya.

Saat ini, terdapat 15 KEK dengan tersebar di seluruh Nusantara, di mana 11 antara lain telah beroperasi dan 4 sedang dalam tahapan pembangunan. Adapun 11 KEK yang telah beroperasi adalah KEK Sei Mangkei, KEK Semenanjung Lesung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Galang Baur, KEK Arun Lhokseumawe, KEK Tanjung Kelayang, KEK Bitung, KEK Morotai, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), dan KEK Sorong.

Sedangkan 4 KEK dalam tahap pembangunan adlah KEK Tanjung Api-Api, KEK Singhasari, KEK Kendal, dan KEK Likupang.

Pemerintah juga telah menetapkan lima destinasi wisata super prioritas yang terdiri berasaskan Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Danau Toba (Sumatera Utara), Likupang (Sulawesi Utara), serta Borobudur (Jawa Tengah).

Kadin sebagai tunggal organisasi pengusaha nasional yang dibentuk berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang serta Industri, adalah mitra pemerintah di bidang ekonomi, jadi berkewajiban untuk mendorong sektor-sektor potensial di daerah, mengakselerasi penggunaan teknologi digital, mengikuti mendorong investasi di industri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Kita harus lulus bersama dengan mendirikan innovation hub untuk berbagi kemahiran dan melakukan pelatihan. Kita maju bersama dengan mendorong usaha berorientasi ekspor, ” katanya.