Hindari Kesan Abuse Of Power, Jokowi Diminta Pecat Moeldoko

0
99

Bahana. com – Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago memandang. Presiden Jokowi perlu memberhentikan Kepala Staf Presiden Moeldoko dengan tidak hormat. Kelakuan itu diperlukan seiring muslihat Moeldoko dalam mengambil mendaulat kepemimpinan Partai Demokrat.

Pangi mengatakan, Moeldoko perlu dicopot untuk menghindari Jokowi dari persepsi umum bahwa ada keterlibatan orang nomor satu di Nusantara itu dalam aksi Moeldoko terkait Partai Demokrat.

“Ini kan bentuk dari bagaimana presiden agar tidak terkesan abuse of power itu terjadi bahwa presiden benar profesional bahwa jabatan yang beliau pegang sebagai bagian publik sebagai kepala pekerja kepresidenan itu inti dari Istana juga. Nah benar disayangkan kalau kemudian beliau (Moeldoko) tidak ditegur kemudian tidak diberhentikan, ” introduksi Pangi dalam diskusi maya, Minggu (18/4/2021).

Pangi berujar pandangan dirinya agar Moeldoko dicopot telah sejak awal saat menyelami keterlibatan eks Panglima TNI itu dalam kekisruhan pada Partai Demokrat. Menurut Pangi pendapat serupa juga penuh disampaikan pengamat, tokoh, lembaga survei dan berbagai kalangan.

Menangkap Juga: Sebut Moeldoko Masih Ngaku Ketum Demokrat, PD: Memalukan & Menjijikan!

“Kalaupun tidak diberhentikan dengan segan mungkin bisa pilihan-pilihan asing yang agak lebih soft tidak terlalu keras. Misalnya pemindahan kepada pos-pos penting lain tidak harus di KSP. Karena itu bersentuhan suara atau representasi sebab pejabat negara, kepresidenaan, ” kata Pangi.

“Jadi ini bukan suruhan satu dua orang nyata. Ini permintaan banyak asosiasi bahwa KSP itu diisi oleh the right man on the right place, ” sambungnya.

Mengaku-ngaku Ketum Demokrat

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat (PD) Herzaky Mahendra Putra mengatakan Kepala Staf Kepala, Moeldoko seharusnya tidak teristimewa menggunakan atribut Partai Demokrat, apalagi sampai mengaku-ngaku Ketua Umum. Pasalnya, kepengurusan Moeldoko melalui hasil kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang sudah ditolak pemerintah.

Pernyataan Herzaky itu menanggapi klaim Moeldoko tentang status dan posisinya sebagai Ketum Partai Demokrat. Atribut itu digunakan Moeldokk saat mengucapkan berduka cita kepada sejumlah bencana alam yang belakangan terjadi, melalui gambar yang tersebar di media baik.

Baca Juga: Teka-teki Inisial M Bakal Di-reshuffle Jokowi, Penyelidik: Mungkin Moeldoko

Mengutip pernyataan Ketum Golongan Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Herzaky mengatakan sikap Moeldoko tersebut memalukan sekaligus menjijikan.