Menlu Jerman di Tel Aviv: Israel Berhak Membela Diri dari Serangan Hamas

0
186

Suara. com – Gajah Luar Negeri Jerman Heiko Maas melakukan kunjungan ke Israel, di tengah meningginya tensi konflik bersenjata dengan Hamas yang menguasai Carik Gaza Palestina.

Dalam kunjungannya tersebut, Heiko Maas menegaskan Israel berhak membela diri atas gempuran roket Hamas.

“Israel mempunyai membela diri dari serangan besar-besaran dan tidak mampu diterima, ” kata Heiko Maas seperti dikutip sebab DW Nusantara, Jumat (21/5/2021).

Heiko Maas menegaskan, solidaritas Jerman kepada Israel tidak hanya terbatas pada kata-kata.

Baca Juga: Dukung Perjuangan Palestina, Ribuan Orang Unjuk Menemui di Titik Nol Kilometer

Selama anjangsana sehari, Menlu Maas bersemuka Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para menteri lainnya, untuk membicarakan genting Israel – Palestina.

Dia juga hendak membahas kemungkinan apa yang dapat dilakukan komunitas universal untuk mempromosikan gencatan senjata.

“Selama ada negara dan kelompok dengan mengancam Israel dengan kehancuran, (Israel) harus mampu menyimpan penduduknya. Jerman akan tetap memberikan kontribusi untuk menetapkan bahwa hal ini tentu terjadi, ” kata Heiko Maas saat bertemu Menlu Israel Gabi Ashkenazi.

Jerman serukan gencatan senjata

“Kami mendukung upaya internasional untuk gencatan senjata, dan tetap bahwa kekerasan harus diakhiri secepat mungkin demi hajat rakyat. Saya juga mau menyerukan itu di sini pada hari ini, ” kata Heiko Maas.

Baca Juga: Aksi Bela Palestina, Paranormal Nusantara Kirim 1 Juta Jin Serang Israel

“Faktanya, kami tahu bahwa Hamas kembali menembakan rudal ke selatan Israel, sejak kami tiba di sini di Tel Aviv, dan bagi kami itu merupakan indikasi betapa seriusnya situasi yang dihadapi masyarakat Israel, ” lanjutnya.

Heiko Maas selalu berbicara tentang penderitaan anak buah di kedua sisi: “Jumlah korban meningkat dari hari ke hari. Itu pula sangat mengkhawatirkan kami, & untuk alasan itu saya mendukung upaya internasional buat gencatan senjata. ”

Menlu Jerman tersebut menambahkan: “Kami juga mau melihat melampaui situasi era ini. Kami yakin kalau kehidupan dalam keamanan & perdamaian hanya akan jadi dalam jangka panjang bila Israel dan Palestina pada kedua sisi dapat tumbuh dalam penentuan nasib tunggal. ”

Menlu Israel Gabi Ashkenazi menyikapi: “Fakta bahwa Menteri Asing Negeri Jerman Heiko Maas sekarang mengunjungi Israel sementara sirene dibunyikan adalah bukti paling jelas dari simpati dan persahabatan Israel-Jerman. ”

Ashkenazi mengucapkan lebih lanjut, Israel “berterima kasih atas dukungan Jerman sejak awal perang” dan mengutuk Hamas.

Setelah pertemuan dengan para pejabat Israel, Heiko Maas juga dijadwalkan bertemu secara terpisah secara Presiden otonomi Palestina Mahmoud Abbas.

Merkel: Hamas harus dilibatkan dalam upaya perdamaian

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan di dalam sebuah forum tentang Eropa di Berlin hari Kamis (20/5), Israel memiliki hak untuk membela diri. Di saat yang sama tempat menekankan pentingnya upaya siasat untuk menghentikan saling serang.

“Tentu selalu harus ada pembicaraan tidak langsung dengan Hamas, ” kata Merkel di wadah tersebut, dan menyebutkan kalau Mesir dan negara-negara Arab lain telah berbicara secara Hamas.

“Tentu saja Hamas harus diikutsertakan karena tanpa Hamas tidak akan ada gencatan senjata, ” tegas Merkel.

Dia juga mendahulukan tidak memiliki toleransi terhadap tidakan antisemitisme di Jerman. Seorang pejabat senior Hamas mengatakan Kamis pagi, cakap dengan mediator mengenai penghentian senjata sedang berlangsung, dan memperkirakan bahwa gencatan senjata dapat dicapai dalam beberapa hari.

Sumber keamanan Mesir yang dikutip kantor berita Reuters mengucapkan, pada prinsipnya kedua mengacaukan pihak telah menyetujui gencatan senjata setelah ada sandaran dari mediator.

Namun ia menambahkan, detailnya masih di negosiasi. Militer Israel mengatakan, hari ini sekitar 70 roket ditembakkan dari Gaza ke Israel, sebagian gede dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, Iron Dome. Israel membalas dengan pukulan udara dan tembakan artileri ke Gaza.